Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Mei 2011

Awas! 10 Pemicu Mobil Terbakar

Pemilik mobil tentu tak ingin kendaraannya hangus dilalap api. Musibahnya, tak hanya menimpa mobil berusia tua, tapi mewah pun seperti Jaguar yang terjadi di Pondok Indah, Jakarta Selatan, akhir Januari lalu. Lantas, apa penyebab timbulnya percikan api dan di mana saja asalnya?
Tiga nara sumber, yakni Usman Adie (Service Operation Manager Tunas Toyota), Angian (mekanik bengkel AMS) dan Andrie Widjaya (instalatur audio Bassindo, Jakarta Utara) telah disambangi untuk mengetahui inti masalahnya.
Inilah sumber-sumber api yang patut diwaspadai dan dicermati.
1. Knalpot bocor. Uap panasnya tertransfer ke selang saluran bahan bakar yang lama kelamaan jebol dan meneteskan bensin.
2. Material. Kain, kertas atau bahan kardus di exhaust manifold atau knalpot terbakar dan menyambar ke bagian lain yang mudah terbakar karena panas.
3. Kebocoran. Biasanya pada selang bensin lantaran klem pengikat kurang bagus, mengakibatkan bensin bocor di ruang mesin dan bisa tersulut saat mesin di-starter atau kala mesin sudah panas.
4. Selang Power steering. Dengan oli bertekanan tinggi dan mengalami rusak membuat olinya menyebar ke exhaust manifold. Umumnya dialami mobil yang selang power steering dekat dengan exhaust manifold. Hal ini tak akan terjadi bila selang ikut diperiksa saat servis.
5. Penambahan atau optional pada selang-selang bahan bakar. Biasanya, klemnya tidak kuat, akibatnya bensin yang di ruang bensin bocor dan terbakar lantaran pengaruh panas.
6. Solder. Perhatikan pada sambungan kabel alarm yang patriannya kurang kuat bisa jadi pemicu kebakaran lantaran korsleting listrik.
7. Kabel listrik. Karena tergencet dan mengelupas lalu menyentuh bodi yang menyebabkan korsleting listrik.
8. Kabel menumpuk. Biasanya pada aki, terlepas karena terkena guncangan. Ketika kabel menyentuh bagian negatif di aki atau bodi, terjadilah korsleting listrik.
9.Sambungan kabel. Karena kurang kuat menimbulkan korsleting kabel antara kabel positif dan negatif. Ditambah lagi dengan sekring yang terlalu besar, sehingga kabel menjadi panas dan timbul kepulan asap.
10. Kemungkinan terbesar ada pada O ring di injector. Kalau tanda-tandanya basah, hati-hati berarti O ring sudah getas membuat bahan bakar ke luar dari injektor dan jika dibiarkan dan terkena mesin yang panas, makan akan timbul api.
Nah, pesan dari para mekanik, jangan memperbaiki atau mengganti komponen yang berhubungan dengan bensin dan oli, menggunakan bahan imitasi. usai servis, periksa di seputar mesin, barangkali ada barang yang tertinggal yang dapat memicu timbulnya api.


sumber : www.kompas.com & ( CAR & Tuing Guide)

Yamaha Indonesia Cetak Pebalap Muda Berbakat

Yamaha Indonesia sangat peduli - dan memang jadi komitmenya - terhadap kemajuan motorsport, khususnya balap motor, di Tanah Air. Bentuk kepedulian itu diwujudkan melalui program Yamaha Riding Academy (YRA) 2011 yang sudah dimulai sejak 2004. YRA sebuah kawah candrasdimuka bentukan divisi motorsport PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), untuk pembitian, pembinaan secara berjenjang buat pebalap muda Indonesia yang ingin berprestasi ke level internasional.
GM Promotion & Motorsport PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), Eko Prabowo mengatakan, Yamaha terlahir dengan gen motorsport yang kental, karena itu hingga sekarang selalu berkontribusi aktif dengan prestasi yang menjulang dalam dunia balap mulai lokal seperti motoprix, indoprix hingga internasional mulai WSBK sampai MotoGP. "Atas dasar inilah, kami hari ini (27/5) meluncurkan YRA sebagai arena pembinaan pembalap muda Yamaha untuk dididik menjadi pembalap profesional dan siap berkompetisi hingga balapan dunia," papar Eko.
Sementara Manajer YRA, Ari Wibisono yang juga Manajer Motorsport YMKI menambahkan, akademi ini selain berorientasi mencetak pembalap-pembalap muda Yamaha yang berprestasi hingga level dunia, juga menjadi rujukan sekolah balap di Asean. "Dengan kurikulum baru dipandu instruktur berpengalaman Hokky Krisdianto, kami optimis dalam lima tahun ke depan, Indonesia khususnya Yamaha akan memiliki pembalap-pembalap yang tangguh dan siap berprestasi dalam bertanding di event internasional," jelas Ari.
Ari menjelaskan lagi, salah satu inti materi yang akan diberikan yakni basic riding Supersport sesuai dengan visi YRA ke depan. Dalam pelatihan, semua pembalap muda Yamaha diberikan materi komprehensif mulai dari skill riding, learning track, basic motocross, pelatihan fisik, gizi dan nutrisi, communication skill dan motivasi. "Jadi tidak hanya diberikan ilmu teknik balap saja termasuk motocross, namun juga pengetahuan seputar gizi hingga cara berkomunikasi. Itu semua akan menjadi bekal mereka dalam menjalani karier sebagai pembalap professional,” sebut Ari.
Pelatihan akan dipusatkan di Sirkuit Sentul dengan menggunakan unit Yamaha V-ixion, Yamaha TTR125 dan Yamaha YZF-R6.

Sumber : www.kompas.com

Tips Mengemudi Irit BBM ala General Motor






arga minyak yang terus naik membuat pemilik mobil ikut pusing. Pasalnya, harus merogoh kocek lebih dalam lagi. Ternyata kondisi tersebut juga menjadi kekhawatiran produsen mobil. General Motors, misalnya, membuat artikel khusus, yaitu mengemudi irit bensin.

Produsen mobil terbesar di Amerika Serikat tersebut memberikan langkah-langkah sederhana yang mungkin sering kita hiraukan pada kondisi harian. Padahal, jika dilakukan dengan benar,  bisa mengirit bensin dan tentu saja ikut mengurangi emisi karbon.
Berikut 10 tips hemat berkendara ala GM * Pastikan mesin mobil terawat dengan baik. Sensor oksigen dan saringan udara yang bersih bisa menghemat konsumsi bahan bakar hingga 4 persen. * Perhatikan tekanan ban! Mesti harus sesuai dengan  produsen mobil. Biasanya tertera pada stiker di dalam pintu depan. Jika dilakukan dengan baik, bisa menambah jarak tempuh sampai 3,3 persen dari 1 liter bensin. * Kurangi bawaan di dalam mobil. Setiap pengurangan bobot 45,3 kilogram menghemat konsumsi bensin 2 persen. * Jangan kebut-kebutan, kalau bisa berkendara dengan kecepatan di bawah 85 per jam (kpj). Pasalnya, setiap kecepatan naik 10 kpj di atas 100 kpj akan membutuhkan bensin tambahan yang berarti juga biaya tambahan. * Jangan menghidupkan mesin saat ketika berhenti.  Karena setiap 15 menit stasioner, mesin akan membakar sekitar 100 cc  bensin secara cuma-cuma. * Jangan berakselerasi dan mengerem secara  mendadak. Kalau cara ini dilakukan, bisa berhemat bensin sampai 33 persen di  jalan tol dan 5 persen di jalan perkotaan. * Matikan penyejuk udara (AC) bila udara di luar segar. * Gunakan  oli mesin yang direkomendasikan pabrik,  menghemat 1-2 persen. * Hindari jalan-jalan padat lalu lintas.

Sumber : www.kompas.com